Skip to content

4.2 - B2B and B2C Markets ​

πŸ“– Materi Lengkap ​

  β”Œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”
  β”‚ πŸ“Š ILUSTRASI                        β”‚
  β”œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€
  β”‚  β–Έ Businesses                      β”‚
  β”œβ”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€
  β”‚ Detail β†’ PDF hal. 2                β”‚
  β””β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”€β”˜

πŸ“Œ Pasar B2B dan B2C ​

Pada kuliah sebelumnya, kita telah mempelajari tentang aspek fundamental dari penetapan harga SaaS. Berdasarkan landasan tersebut, kami akan mengalihkan fokus kami ke segmentasi pasar penting yang secara signifikan memengaruhi cara penetapan harga dan penerapannya. Kami akan membahas karakteristik berbeda dari pasar Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Consumer (B2C).

πŸ’‘ Konsep Penting

Masing-masing segmen ini memiliki permintaan dan harapan unik yang memerlukan pendekatan penetapan harga yang disesuaikan. Jika kami memahami karakteristik spesifik dan ekspektasi pelanggan di setiap pasar, kami dapat menyesuaikan strategi penetapan harga. Pertama, kita akan memeriksa pasar B2B: Pasar B2B (Bisnis-ke-Bisnis) Pelanggan B2B pada dasarnya adalah organisasi, yang mencakup bisnis dari semua ukuran, lembaga pemerintah, dan organisasi nirlaba.

Berbeda dengan konsumen individu, entitas ini biasanya melakukan pembelian untuk memenuhi kebutuhan bisnis strategis, meningkatkan efisiensi operasional, atau mencapai tujuan organisasi tertentu. Proses pengambilan keputusan dalam transaksi B2B rumit dan sering kali melibatkan banyak pemangku kepentingan. Ini dapat mencakup eksekutif, manajer, pengguna akhir, atau pakar teknis.

πŸ’‘ Konsep Penting

Oleh karena itu, pengambilan keputusan biasanya memerlukan serangkaian evaluasi dan persetujuan yang berkepanjangan, sehingga prosesnya memakan waktu lama. Dalam transaksi B2B, strategi penetapan harga lebih dari sekadar pertimbangan biaya β€” pelanggan memprioritaskan potensi ROI (Return on Investment) (ROI) yang ditawarkan suatu produk atau layanan. ROI adalah metrik utama yang mengukur profitabilitas suatu investasi relatif terhadap biayanya dan membantu bisnis menentukan nilai yang dapat mereka harapkan dari pembelian mereka.

Ini menilai seberapa efektif suatu produk atau layanan dapat meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, atau meningkatkan pendapatan. Misalnya, solusi perangkat lunak yang mengotomatiskan tugas yang berulang dapat menghemat waktu dan biaya tenaga kerja, sehingga menawarkan ROI yang tinggi. Akibatnya, harga di sektor B2B seringkali fleksibel dan dapat dinegosiasikan berdasarkan faktor-faktor seperti kuantitas yang dibeli, persyaratan kontrak, dan layanan tambahan yang diberikan.

Dan terakhir, dalam penjualan B2B, prosesnya memakan waktu lebih lama karena faktor-faktor seperti kompleksitas produk, dampak terhadap operasional pelanggan, dan besarnya investasi. Selama siklus penjualan yang diperpanjang ini, berbagai strategi ikut berperan. Strategi ini berfokus pada membangun hubungan yang kuat dengan calon klien, memberikan pendidikan berkelanjutan tentang produk atau layanan, dan menunjukkan nilai jangka panjangnya.

Penyedia SaaS terkenal di pasar B2B misalnya Salesforce, Workday, Slack,

  • Bisnis, pemerintah, atau nirlaba
  • Proses pengambilan keputusan yang rumit
  • Penetapan Harga Berfokus pada Nilai
  • Siklus Penjualan yang Diperpanjang
Analisis dan perhitungan strategi harga
Analisis dan perhitungan strategi harga

πŸ’‘ HubSpot, Zendesk. ​

πŸ’‘ Konsep Penting

Pasar B2C (Bisnis-ke-Konsumen) Berikutnya kita memiliki ranah Bisnis-ke-Pelanggan. Di pasar ini, pelanggan adalah konsumen individu yang melakukan pembelian terutama untuk keperluan pribadi. Keputusan ini sering kali didorong oleh preferensi, keinginan, atau kebutuhan gaya hidup individu.

Berbeda dengan pasar B2B, proses pembelian di B2C umumnya mudah. Tantangannya terletak pada memahami dan memanfaatkan pemicu emosional dan psikologis dari basis konsumen yang beragam. Pembelian di sektor B2C lebih cenderung dipengaruhi oleh emosi, loyalitas merek, atau keputusan spontan.

Strategi pemasaran B2C yang efektif memanfaatkan pengisahan cerita yang menarik, branding yang menarik, dan taktik promosi yang menyentuh tingkat emosional. Strategi ini dirancang untuk membangkitkan perasaan yang memotivasi perilaku pembelian, seperti kebahagiaan, keamanan, atau status, sehingga membuat konsumen merasa terhubung secara pribadi dengan merek tersebut. Penetapan harga di pasar B2C seringkali kurang fleksibel dibandingkan di B2B.

πŸ’‘ Konsep Penting

Harga harus kompetitif dan biasanya ditetapkan berdasarkan standar pasar dan sensitivitas harga konsumen. Perusahaan B2C sering menggunakan teknik penetapan harga psikologis, seperti penetapan harga pesona (mengakhiri harga dengan 0,99), untuk membuat produk tampak lebih murah. Meskipun ruang untuk negosiasi lebih sedikit, promosi, diskon, dan program loyalitas yang sering dilakukan adalah hal yang umum untuk menarik dan mempertahankan pelanggan.

Terakhir, siklus penjualan di pasar B2C biasanya jauh lebih pendek dibandingkan di B2B. Fokusnya adalah pada strategi pemasaran massal yang bertujuan untuk menghasilkan penjualan cepat dan mempertahankan volume transaksi yang tinggi. Tantangan bagi perusahaan B2C adalah mengelola interaksi dan transaksi pelanggan dalam jumlah besar secara efisien, yang seringkali memerlukan sistem e-commerce yang kuat dan layanan pelanggan yang efektif untuk menangani pertanyaan dan masalah dengan cepat.

Contoh penyedia SaaS di pasar B2C adalah Netflix, Spotify, Dropbox,

  • Konsumen Perorangan
  • Pembelian yang Didorong Secara Emosional
  • Penetapan Harga Standar
  • Siklus Penjualan Lebih Pendek

πŸ” Duolingo dan Evernote. ​

Kini setelah kita memiliki pemahaman yang jelas tentang perbedaan antara pasar B2B dan B2C, kita lebih siap untuk memilih strategi penetapan harga yang selaras dengan karakteristik ini. Pada kuliah berikutnya, kita akan melihat empat strategi penetapan harga utamaβ€”Penetrasi, Skimming,