Skip to content

2.9 - User Personas

🎯 Poin-Poin Utama

  • Memahami pengguna target Anda sangatlah penting.
  • Dan terakhir, kita dapat menentukan bagaimana persona lebih memilih untuk berkomunikasi dan menerima informasi.
  • Dia adalah manajer pemasaran di sebuah startup teknologi yang sedang berkembang dengan 50 karyawan.

📖 Materi Lengkap

📌 Persona Pengguna

Saat merancang produk SaaS Anda, memahami target pengguna Anda sangatlah penting. Ada dua teknik menarik yang disebut persona pengguna dan pemetaan perjalanan pelanggan. Teknik-teknik ini membantu Anda mengambil posisi sebagai pengguna, memungkinkan Anda menciptakan produk yang benar-benar sesuai dengan audiens target Anda.

💡 Konsep Penting

Dalam materi ini, kita akan mempelajari cara membuat persona pengguna secara efektif. Jadi persona pengguna adalah representasi semi-fiksi dari pengguna ideal Anda, berdasarkan data dan penelitian nyata, yang membantu tim Anda memahami dan berempati dengan tujuan, perilaku, dan titik kesulitan audiens target Anda selama proses pengembangan produk. Mari kita lihat bagaimana kita dapat membuat persona pengguna seperti itu.

Wireframe dan prototipe desain UX/UI
Wireframe dan prototipe desain UX/UI

💡 Penelitian Awal:

kontak industri) grup Pada fase desain awal produk SaaS Anda, mulailah dengan pendekatan sederhana untuk menciptakan persona pengguna. Mulailah dengan melakukan 5-10 wawancara mendalam dengan calon pengguna. Ini bisa berupa teman, kolega, atau kontak industri yang sesuai dengan target pasar Anda.

Lengkapi wawancara ini dengan survei online sederhana yang dibagikan di komunitas atau grup media sosial yang relevan. Kombinasi data kualitatif dan kuantitatif ini akan memberikan landasan yang kuat untuk persona Anda tanpa memerlukan sumber daya yang besar. Sangat penting untuk mendasarkan persona Anda pada data nyata, bukan asumsi, karena ini akan menghasilkan persona yang lebih akurat dan berguna.

  • Lakukan 5-10 wawancara informal dengan calon pengguna (seringkali teman, kolega, atau
  • Buat survei sederhana dan bagikan di komunitas online atau media sosial yang relevan
  ┌──────────────────────────────────────┐
  │ 📊 FRAMEWORK                        │
  ├──────────────────────────────────────┤
  │  ▸ Basic Persona Creation          │
  │  ▸ User Persona                    │
  │  ▸ Create simplified personas      │
  │  ▸ Name and Photo                  │
  ├──────────────────────────────────────┤
  │ Detail → PDF hal. 2                │
  └──────────────────────────────────────┘

🔍 Analisis Cepat:

Setelah Anda mengumpulkan data awal ini, carilah tema dan pola umum. Cobalah untuk mengidentifikasi 2-3 tipe pengguna utama berdasarkan peran, kebutuhan, atau pola perilaku yang muncul dari penelitian Anda. Pendekatan berbasis data ini memastikan bahwa persona Anda mencerminkan karakteristik pengguna yang sebenarnya, bukan prasangka.

  • Carilah tema dan pola umum dalam umpan balik dan data
  • Identifikasi 2-3 tipe pengguna utama berdasarkan peran, kebutuhan, atau pola perilaku

📊 Pembuatan Persona Dasar:

profiles Pada tahap pembuatan persona dasar, persona Anda tidak perlu rumit. Fokus pada menangkap informasi penting seperti peran dan tanggung jawab utama pengguna, 2-3 poin utama yang terkait dengan ide produk Anda, dan tujuan utama yang ingin mereka capai. Persona yang disederhanakan ini mungkin berupa sketsa kasar atau daftar poin-poin sederhana, bukan profil terperinci.

📖 Definisi

Yang penting adalah bahwa hal tersebut didasarkan pada data yang Anda kumpulkan, bukan asumsi.

  • Buat persona yang disederhanakan, dengan fokus pada informasi penting yang diperoleh dari penelitian Anda
  • Ini mungkin berupa sketsa kasar atau daftar poin-poin sederhana, bukan detail

⚡ Komponen Persona Pengguna:

Sekarang kita telah membahas cara membuat persona dasar, mari jelajahi slide ini di mana kita memiliki komponen yang membentuk persona pengguna yang dikembangkan sepenuhnya. Meskipun Anda mungkin memulai dengan versi yang disederhanakan, memahami komponen-komponen ini akan memandu Anda dalam mengembangkan persona saat Anda mengumpulkan lebih banyak data dan wawasan tentang pengguna Anda. Pertama, membuat nama dan menambahkan foto (atau avatar) untuk persona Anda membantu memanusiakan data dan memudahkan tim Anda untuk berhubungan dan mengingat persona tersebut.

Meskipun nama dan fotonya fiktif, keduanya harus mewakili kelompok pengguna target Anda. Selanjutnya kami memiliki informasi demografis dasar tentang persona ini seperti usia, jenis kelamin, lokasi, tingkat pendidikan, dan jabatan. Informasi ini memberikan konteks dan membantu tim Anda memvisualisasikan pengguna.

Namun, berhati-hatilah untuk tidak terlalu bergantung pada demografi saja, karena perilaku dan kebutuhan sering kali lebih penting dalam desain produk. Kemudian kami memiliki cerita latar belakang singkat tentang persona tersebut, termasuk pengalaman profesional mereka, keterampilan yang relevan, dan detail pribadi apa pun yang mungkin memengaruhi penggunaan produk Anda. Latar belakang ini membantu menciptakan gambaran yang lebih menyeluruh tentang pengguna dan dapat menginformasikan keputusan desain.

Kami juga dapat dengan jelas merumuskan apa yang ingin dicapai oleh persona tersebut, baik dalam kehidupan profesional atau pribadi mereka secara keseluruhan dan khususnya dalam kaitannya dengan produk Anda. Memahami motivasi mereka akan membantu Anda merancang fitur dan pengalaman yang selaras dengan tujuan mereka. Selanjutnya, lakukan identifikasi tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh persona, khususnya tantangan dan hambatan yang berpotensi dipecahkan oleh produk Anda.

Informasi ini sangat penting untuk mengembangkan fitur yang menjawab kebutuhan nyata pengguna dan untuk menciptakan pesan pemasaran yang sesuai dengan calon pelanggan. Kemudian kami dapat menambahkan deskripsi tentang perilaku, preferensi, dan kebiasaan umum yang terkait dengan produk atau industri Anda. Hal ini mungkin mencakup cara mereka memecahkan masalah yang ditangani produk Anda, pola penggunaan teknologi, atau proses pengambilan keputusan saat memilih alat baru.

Kita dapat memikirkan ke mana persona biasanya pergi untuk mencari informasi atau mempelajari keterampilan baru. Hal ini dapat mencakup platform media sosial pilihan, publikasi industri, atau jaringan profesional. Informasi ini dapat memandu strategi pemasaran konten dan pendidikan pengguna Anda.

Selain itu, mencantumkan potensi keberatan atau kekhawatiran yang mungkin dimiliki persona tentang penggunaan produk Anda atau solusi serupa dapat membantu Anda mengatasinya dalam desain produk, proses orientasi, dan materi pemasaran. Dan terakhir, kita dapat menentukan bagaimana persona lebih memilih untuk berkomunikasi dan menerima informasi. Hal ini dapat menginformasikan strategi dukungan pelanggan Anda, kampanye pemasaran, dan bahkan fitur komunikasi dalam produk.

💡 Konsep Penting

Persona pengguna bisa menjadi alat yang ampuh, namun penting untuk mendekati pembuatannya secara pragmatis dan mendasarkannya pada data nyata, terutama pada tahap awal startup Anda. Kuncinya adalah memulai dengan dasar penelitian yang kuat dan mengembangkan pemahaman Anda seiring berjalannya waktu. Sekarang kita telah menjelajahi komponen-komponen utama yang membentuk persona pengguna yang komprehensif, mari kita praktikkan pengetahuan ini.

  • Nama dan Foto
  • Demografi
  • Latar belakang
  • Tujuan dan Motivasi
  • Pain point dan Frustrasi
  • Perilaku dan Kebiasaan
  • Sumber Informasi
  • Keberatan atau Kekhawatiran
  • Saluran Komunikasi Pilihan
Tools desain untuk membangun pengalaman pengguna
Tools desain untuk membangun pengalaman pengguna

🎯 Contoh Praktis:

Misalkan kita sedang mengembangkan alat pemasaran SaaS baru yang membantu usaha kecil dan menengah mengelola kampanye media sosial, pemasaran email, dan kalender konten, semuanya di satu tempat. Berikut ini contoh bagaimana kami dapat membuat persona pengguna untuk produk ini. Pertama, kami melakukan penelitian kami.

📖 Definisi

Kami mewawancarai 10 pengguna potensial yang merupakan manajer pemasaran atau pemilik usaha kecil. Kami juga mendistribusikan survei kepada 100 individu di grup LinkedIn yang relevan dan menganalisis data dari program akses awal kami. Saat kami menganalisis data, kami melihat sebuah pola muncul.

Banyak responden kami adalah manajer pemasaran di usaha kecil yang kesulitan mengelola berbagai saluran pemasaran secara efisien. Mari buat persona berdasarkan tipe pengguna umum ini. Kami menamai persona kami "Sarah Thompson".

💡 Konsep Penting

Demografi: Usia: 35 Lokasi: Austin Pekerjaan: manajer pemasaran Pekerjaan: startup teknologi (50 karyawan) Mari kita buat informasi demografi dasar Sarah untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pengguna kita. Sarah berusia 35 tahun, tinggal di Austin, Texas, dan memiliki gelar sarjana Pemasaran. Dia adalah Manajer Pemasaran di sebuah startup teknologi yang sedang berkembang dengan 50 karyawan.

Latar Belakang: - 10 tahun di bidang pemasaran - bekerja di lingkungan B2B dan B2C - terampil dalam mengelola tim kecil dan kolaborasi lintas departemen Sarah telah berkecimpung di bidang pemasaran selama 10 tahun, dimulai sebagai koordinator media sosial dan terus meningkat. Pengalamannya mencakup sektor B2B dan B2C, memberinya perspektif menyeluruh tentang berbagai pendekatan pemasaran. Dia dikenal karena kemampuannya dalam menjalankan berbagai jabatan – mulai dari pembuat konten hingga ahli strategi kampanye – dan unggul dalam memimpin tim kecil dan gesit.

💡 Konsep Penting

Sasaran dan motivasi: - meningkatkan kehadiran online - meningkatkan perolehan prospek - menunjukkan ROI pemasaran Sekarang, mari kita bahas apa yang mendorong Sarah dalam kehidupan profesionalnya dan apa yang ingin ia capai. Sasaran utama Sarah adalah meningkatkan kehadiran online dan perolehan prospek perusahaannya tanpa menambah ukuran timnya. Dia termotivasi oleh efisiensi dan hasil yang terukur.

Dia ingin mengesankan CEO-nya dengan peningkatan ROI pemasaran. Masalah dan frustrasi: - mengelola berbagai alat pemasaran - menjaga konsistensi merek di seluruh saluran - pelaporan yang memakan waktu. Mengenai Masalah dan Frustasi, dia frustrasi karena harus beralih di antara beberapa alat untuk tugas pemasaran yang berbeda. Dia kesulitan mempertahankan suara merek yang konsisten di seluruh saluran dan merasa butuh waktu lama untuk membuat laporan yang menunjukkan dampak upaya timnya.

Perilaku dan kebiasaan: - memeriksa analitik setiap hari - membuat dan menjadwalkan konten secara teratur - sering bekerja lembur Sekarang bagaimana dengan perilaku dan kebiasaannya? Sarah memulai harinya dengan memeriksa analisis media sosial dan menanggapi komentar. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membuat dan menjadwalkan konten, mengelola kampanye email, dan berkoordinasi dengan timnya.

Dia sering bekerja lembur untuk menyelesaikan semua tugasnya.

📝 Sumber Informasi:

  • LinkedIn, Twitter, blog HubSpot, webinar pemasaran Mengetahui ke mana Sarah mencari informasi akan membantu kita memahami basis pengetahuannya dan cara menjangkau dia secara efektif. Sarah mengikuti influencer pemasaran di LinkedIn dan Twitter. Dia rutin membaca artikel di blog HubSpot dan menghadiri webinar tentang tren pemasaran terkini.

Dia adalah bagian dari grup pertemuan profesional pemasaran lokal. Keberatan atau Kekhawatiran: - kurva pembelajaran alat baru - migrasi data - anggaran terbatas Dengan mengantisipasi potensi keberatan Sarah, kami dapat mengatasinya secara proaktif dalam desain produk kami. Dia khawatir tentang kurva pembelajaran dalam mengadopsi alat baru dan waktu yang mungkin diperlukan untuk memigrasikan data yang sudah ada.

Dia juga mengkhawatirkan biayanya, karena anggarannya terbatas.

🔑 Saluran Komunikasi Pilihan:

  • Email, tutorial video, webinar, dan terakhir Saluran Komunikasi Pilihan. Sarah lebih memilih email untuk komunikasi profesional tetapi menikmati pembelajaran melalui tutorial video dan webinar. Dia menghargai konten yang ringkas dan dapat ditindaklanjuti.

Saat Anda mulai merancang produk, lihat persona berdasarkan data untuk memandu pengambilan keputusan Anda. Mereka dapat membantu Anda memprioritaskan fitur dan memastikan bahwa desain awal Anda selaras dengan kebutuhan pengguna target Anda. Ingat, tujuan pada tahap ini bukanlah untuk menciptakan persona yang sempurna dan komprehensif, namun untuk memiliki pemahaman yang jelas dan dapat ditindaklanjuti tentang calon pengguna Anda yang dapat menginformasikan pilihan desain Anda.

Selain itu, penting untuk melihat persona awal ini sebagai dokumen hidup. Saat Anda mengembangkan produk dan berinteraksi dengan pengguna sebenarnya, Anda akan memperoleh wawasan baru. Gunakan masukan ini untuk menyempurnakan dan memperluas persona Anda seiring waktu.

Pendekatan berulang ini memungkinkan Anda memulai dengan landasan sederhana dan membangun persona yang lebih detail dan akurat seiring berkembangnya produk dan basis pengguna Anda.